Polres Nganjuk Bekuk Rampok Sadis

Seorang perampok sadis, yang kerap menganiaya para korbannya, kemarin dibekuk jajaran satreskrim polres nganjuk, setelah menjadi incaran selama beberapa hari.

pelaku perampokan tersebut adalah syahril (35), warga desa mojokendil, kecamatan ngronggot, kabupaten nganjuk, jawa timur. Saat petugas menggeledah rumahnya, ditemukan berbagai jenis perhiasan dan jam tangan, yang diduga merupakan hasil kejahatannya selama ini.

Dalam menjalankan aksinya, syahril hanya seorang diri. Dan selalu mengenakan penutup kepala, untuk menyembunyikan identitasnya. Selain itu, pelaku juga dikenal piawai membongkar jendela dan daun pintu, hanya dengan dua buah obeng.

Menurut kepala bagian operasional satreskrim polres nganjuk, iptu dasyianto, pelaku telah melakukan aksi Perampokan lebih dari 6 kali, di wilayah nganjuk kota. Pelaku juga selalu mengancam korban dengan pisau, serta memaksa korban wanita melayani nafsu birahinya .

Pelacakan terhadap syahril, dilakukan polisi bekerja sama dengan operator ponsel. Pasalnya, berdasarkan laporan daniel andrian, salah satu korban, ponsel miliknya yang dirampok tersangka, masih aktif dan sering digunakan. Selain itu, identitas korban juga diketahui dari logat yang digunakan, saat mengancam korbannya.

Saat ditangkap tersangka sempat melarikan diri. Sehingga petugas melumpuhkan dengan sebutir timah panas di kaki kanannya. Hingga kini, syahril masih dirawat di rumah sakit bhayangkara nganjuk, untuk mengobati luka tembak di kaki kanannya.

Satuan reserse polres nganjuk, jawa timur, berhasil menggagalkan pengiriman kayu ilegal , dalam sebuah operasi subuh kemarin. Sebanyak 4 koma 86 meter kubik kayu jati olahan, diamankan di polres nganjuk, berikut sebuah truk, sopir dan kerenetnya .

Sukardi, 40 tahun, dan radin, 35 tahun, masing-masing supir dan kernet truk no pol ag 7071 fa, ditangkap satuan reskrim polres nganjuk, ketika melintas di wilayah kecamatan jati kalen nganjuk, dalam sebuah operasi subuh.

Saat polisi memeriksa muatan truk, ditemukan kayu jati olahan jenis flooring. Polisi akhirnya meminta keduanya untuk menunjukkan dokumen pengiriman kayu yang syah. Karena tidak mempu menunjukkan, keduanya digelandang ke polres nganjuk, berikut truk berisi kayu jati 4 koma 86 meter kubik.