Nelayan Blitar Tersapu Badai dan Terdampar

Nelayan Blitar Tersapu Badai dan Terdampar. Rencananya setelah tanaman keras selesai dibabat lahan tersebut akan ditanami tebu. Hal ini membuat cemas sekitar 3 ribu 6 ratus kepala keluarga yang tinggal di desa karang rejo. Belum lagi ribuan warga yang tinggal di desa-desa lain sekitarnya.

Aksi warga dan tokoh masyarakat sempat diwarnai keributan kecil setelah mereka memaksa buldoser yang bekerja harus dihentikan saat itu juga.

Ketua rukun warga lingkungan lober-sek desa karangrejo adi kurnain mengatakan warga sepakat meminta pembabatan dan pembukaan lahan untuk tebu harus dihentikan.

Menurut adi di saat menghadapi musim penghujan seperti sekarang ini pembabatan hutan akan mengancam puluhan ribu warga dilereng lahan.

Adi dan warga meminta pembabatan lahan puskopad harus dihentikan. Dan jika tidak dihentikan warga tidak segan akan bertindak anarkis dengan membakar alat-alat berat milik pekerja.

Usai mendatangi para pekerja yang bekerja di lahan warga mendatangi suyono pimpinan perkebunan puskopad petungombo. Kepada suyono warga meminta seluruh proses pembabatan lahan dihentikan saat itu juga.

Karena merasa tidak memiliki kewenangan suyono menolak menghentikan pembabatan meski warga menyampaikan pembabatan akan mengancam warga saat musim hujan.

19 nelayan prigi trenggalek hilang akibat perahu akar samudra yang ditumpanginya terbalik diterjang ombak 84 mil dari pantai prigi.

Kapal nelayan yang mengakut 24 orang yang berangkat melaut dikatahui tenggelam setelah 5 orang nelayan dari 24 tesebut berhasil diselamatkan oleh nelayan asal kampung coklat blitar mereka mengapung selama 2 hari ditengah lautan dengan berpegangan ban selanjutnya diantar ke prigi.

Ke lima orang yang berhasil diselamatkan selanjutnya dibawa ke pouskesmas watulimo mereka antara lain tamar suprianto herman marsudi marsudi samsul semuanya warga karanggongso kecamatan watulimo trenggalek dari kelima ini hermawan akhirnya dirujuk ke rs di trenggalek sedangkan 4 orang lainya di perbolehkan pulang.

Menurut keterangan marsudi salah satu nelayan yang selamat kejadian tersebut ketika perahu yang mereka tumpangi sudah memasuki 84 mil dari pantai prigi tiba ombah besar menghantam perahu pada ombak yang pertama perahunya bisa bertahan dan namun saat ombak kedua kembali menghatam perahu langsung terbalik dan para penumpang tercebur ke laut.

Polres Nganjuk Bekuk Rampok Sadis

Seorang perampok sadis, yang kerap menganiaya para korbannya, kemarin dibekuk jajaran satreskrim polres nganjuk, setelah menjadi incaran selama beberapa hari.

pelaku perampokan tersebut adalah syahril (35), warga desa mojokendil, kecamatan ngronggot, kabupaten nganjuk, jawa timur. Saat petugas menggeledah rumahnya, ditemukan berbagai jenis perhiasan dan jam tangan, yang diduga merupakan hasil kejahatannya selama ini.

Dalam menjalankan aksinya, syahril hanya seorang diri. Dan selalu mengenakan penutup kepala, untuk menyembunyikan identitasnya. Selain itu, pelaku juga dikenal piawai membongkar jendela dan daun pintu, hanya dengan dua buah obeng.

Menurut kepala bagian operasional satreskrim polres nganjuk, iptu dasyianto, pelaku telah melakukan aksi Perampokan lebih dari 6 kali, di wilayah nganjuk kota. Pelaku juga selalu mengancam korban dengan pisau, serta memaksa korban wanita melayani nafsu birahinya .

Pelacakan terhadap syahril, dilakukan polisi bekerja sama dengan operator ponsel. Pasalnya, berdasarkan laporan daniel andrian, salah satu korban, ponsel miliknya yang dirampok tersangka, masih aktif dan sering digunakan. Selain itu, identitas korban juga diketahui dari logat yang digunakan, saat mengancam korbannya.

Saat ditangkap tersangka sempat melarikan diri. Sehingga petugas melumpuhkan dengan sebutir timah panas di kaki kanannya. Hingga kini, syahril masih dirawat di rumah sakit bhayangkara nganjuk, untuk mengobati luka tembak di kaki kanannya.

Satuan reserse polres nganjuk, jawa timur, berhasil menggagalkan pengiriman kayu ilegal , dalam sebuah operasi subuh kemarin. Sebanyak 4 koma 86 meter kubik kayu jati olahan, diamankan di polres nganjuk, berikut sebuah truk, sopir dan kerenetnya .

Sukardi, 40 tahun, dan radin, 35 tahun, masing-masing supir dan kernet truk no pol ag 7071 fa, ditangkap satuan reskrim polres nganjuk, ketika melintas di wilayah kecamatan jati kalen nganjuk, dalam sebuah operasi subuh.

Saat polisi memeriksa muatan truk, ditemukan kayu jati olahan jenis flooring. Polisi akhirnya meminta keduanya untuk menunjukkan dokumen pengiriman kayu yang syah. Karena tidak mempu menunjukkan, keduanya digelandang ke polres nganjuk, berikut truk berisi kayu jati 4 koma 86 meter kubik.

3 Langkah Politik Ini Akan Ganjal Jokowi Pada 2019 Mendatang

Langkah Politik Ganjal Jokowi – Langkah Joko Widodo untuk lagi untuk lagi mencalonkan diri di Pemilihan Presiden th. 2019 dievaluasi tak gampang. Sebagai incumbent, sejumlah informasi dapat menghadangnya. Peneliti Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Sirojuddin Abbas mengatakan, salah satu informasi yang dapat menghadang Jokowi merupakan soal pemilih muslim sebagai mayoritas. Politik identitas menurut agama ini pernah mengemuka dikala Pilkada DKI Jakarta. Jokowi dikala ini santer disebut dekat dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang banyak ditolak oleh kategori muslim sebab nonmuslim. Ahok merupakan calon incumbent yang berpasangan dengan Jokowi pada Pilkada DKI Jakarta 2012 dan menang.

Sebab itu Abbas menyebut diperlukan partai politik pengusung yang dianggap mewakili kategori Islam di Pilpres 2019. Seperti yang dikutip dari portal berita politik indonesia yaitu arah.com “PKB dianggap representatif politik Islam moderat di Indonesia, pertanyaannya dapat seberapa kuat dapat menambahkan proteksi dan daya politik Jokowi ke depan,” kata Abbas didalam sebuah pembicaraan di Jakarta, Pekan (30/7). Kabar yang dapat menghadang selanutnya merupakan soal kekerabatan sipil dan militer. Kabar ini menjadi perlu lantaran terasa timbul lagi informasi soal keperluan pemimpin yang kuat.

Ketika ini, kata Abbas, Jokowi belum dianggap sebagai sosok pemimpin yang kuat lantaran dia berasal berasal dari kalangan sipil. “Jokowi belum (dianggap kuat) sebab sipil, (sehingga) terasa di tawarkan lagi militer di pemerintahan. Btw, ada sedikit informasi yang perlu kami sampaikan, jika anda ingin mencari berita aneh terbaru maka anda juga bisa pilih di link yang kami sediakan. Hubungan sipil-militer di 2019 ini nanti seberapa kuat masuk ke perhatian publik, seberapa besar Indonesia mempersepsikan diri soal keperluan politik apakah sipil atau militer,” katanya.

Kabar berikutnya berhubungan dengan keyakinan publik kepada performa Jokowi. Dan yang terakhir, informasi soal kinerja ekonomi dankeamanan nasional. “Yang dapat menjadi prioritas Jokowi dua th. ke depan mempertimbangkan daya kerjanya menempuh atau melebihi sasaran tanpa gejolak ekonomi, politik, atau keamanan yang besar,” tutur Abbas. Di daerah yang sama, politikus Partai Kebangkitan Bangsa Maman Imanulhaq mengakui informasi-informasi hal yang demikian dapat menjadi rintangan Jokowi. Dia menggarisbawahi informasi sentimen agama yang dapat banyak menghadang Jokowi. Kabar-informasi hal yang demikian malahan telah terasa dimainkan semenjak kini.

Umpamanya informasi kriminalisasi pada tokoh-tokoh agama. PKB, kata Maman, telah terang mengungkapkan, kasus-kasus hal yang demikian tidak tersedia kaitannya dengan Jokowi. Melainkan sejumlah pihak masih kukuh beranggapan tersedia krimininalisasi. Kabar lain, kata Maman, masih dengan sentimen agama. Umpamanya soal jatah anggatan pengajaran 20 prosen berasal dari APBN atau senilai Rp419 triliun. Maman menyebut, terasa tersedia tudingan bahwa dana pengajaran itu tak hingga ke sekolah-sekolah berbasis Islam seperti madrasah dan pesantren. Kabar baru yang timbul dan digoreng lagi merupakan soal pengelolaan dana jemaah haji.

Ini Adalah Usaha Penjegalan Prabowo Ujar Fadli Zon

Penjegalan Prabowo – Partai Demokrat merencanakan melobi empat partai politik yaitu PAN, PKB, PKS, dan Gerindra sehingga ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) di Pemilu 2019 ditiadakan atau jadi 0% (nol persen).

Wakil Ketua Umum Syarief Hasan berujar bahwa hasil pembicaraan atau lobi tersebut dapat dibawa didalam paripurna pengesahan Rancangan Undang Undang Penyelenggaraan Pemilu esoknya.

“Kami harapkan (ambang batas capres) nol persen. Saya bicarakan bersama beberapa partai layaknya PAN, PKB, PKS, dan Gerindra. Semoga saja mereka sepakat” tambah Syarief di Gedung DPR Jakarta Pusat Rabu.

Syarief beri tambahan keinginan Demokrat mendorong ambang batas capres sebesar nol % dikarenakan pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden diselenggarakan serentak. Seperti yang dikutip dari salah satu portal berita politik di indonesia arah.com

Demokrat kata Syarief menilai suara parlemen tidak sanggup diperoleh untuk menentukan ambang batas jika dua pemilu legislatif dan penentuan presiden diselenggarakan bersamaan.

“Pileg dan Pilpres dikerjakan bersamaan. Jadi tidak ada alasan yang mendasar jika diberlakukan threshold,” ujarnya.

Sepanjang ini Syarief perlihatkan sudah melaksanakan pertemuan bersama Ketum PAN Zulkifli Hasan untuk melaksanakan lobi. Akan tetapi beliau enggan membeberkan hasil kesepakatan pada Demokrat bersama PAN.

Beliau berujar hasil lobi itu sanggup keluar didalam paripurna atau usai Demokrat melaksanakan lobi bersama tiga partai lainnya yang dapat dikerjakan malam ini.

Selanjut bekas Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah itu memaparkan, sejauh ini beliau belum sanggup meyakinkan mekanisme pengambilan ketetapan atas lima isu gawat yang ada di RUU Pemilu.

Ia hanya berharap, pengambilan ketetapan dikerjakan bersama cara musyawarah.

Bahkan, ia terhitung terhubung mungkin kompromi bersama pemerintah didalam paripurna besok, terutama didalam perihal ambang batas capres.

“Rakyat itu menghendaki nol persen, pemerintah menghendaki 20 persen. Kalau sanggup dikompromikan itu dapat lebih bagus, tidak perlu voting” tutur Syarief.

Rapat Paripurna DPR esok dapat mengambil ketetapan mengenai RUU Penyelenggaraan Pemilu.

Lima partai politik kubu pemerintah yaitu PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura, dan PPP mendukung angka ambang batas pencalonan presiden 20-25 persen. Akan tetapi Gerindra, Demokrat, PKS mendukung ambang batas ditiadakan. Dua partai lainnya, PKB dan PAN belum mengambil keputusan sikap.