tempat sejarah bung karno dijual

Rencana penjualan istana gebang ke pemerintah kota blitar, yang awalnya sudah disepakati pihak keluarga ahli waris, kini mendapatkan penolakan dari salah satu ahli warisnya. Penolakan itu buntut kekesalan salah satu ahli waris, yang merasa dikucilkan saat penawaran harga dari pemerintah.

Rencana pemkot blitar untuk menmbeli istana gebang dari para ahli waris harus tertunda. Pasalnya satu dari 12 ahli waris menolak untuk menjual istana gebang. Satu ahli waris ini beberapa waktu saat nego harga dengan pemkot memang tidak dilibatkan, karena yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. Dampak dari kejadian tersebut salah satu ahli waris istana gebang kemudian tetap menolak menjual istana gebang ke pemkot blitar.

Penolakan itu langsung disampaikan aryo suko kusumo di istana gebang siang tadi. Dalam keterangannya aryo tetap bersikukuh menolak istana gebang dijual ke pemerintah, dengan alasan istana gebang merupakan aset sejarah yang perlu dilestarikan, karena nilai sejarahistana gebang tak akan ternilai harganya. Selain itu dirinya juga belum pernah di libatkan saat nego harga dengan pemkot blitar.

Dirinya tetap bersikukuh menolak menjual istana gebang, meski kelak akan timbul perpecahan di keluarganya. Dirinya lebih memilih berkerja sama dengan mengandeng pihak ahli waris dan pemkot blitar dalam mengelola serta memelihara istana gebang, sebagai tujuan wisata sejarah bangsa. Dan dirinya tetap bisa menempati istana gebang serta merawatnya.

Sebelumnya, istana gebang yang merupakan rumah kecil presiden pertama ri soekarno, dibeli pemerintah kota blitar bersama pemerintah propinsi jawa timur, dengan harga 35 miliar. Pemkot telah menyetor dana 20 miliar ke ahli waris, namun belakangan muncul polemik.

Komplotan pemalsu dokumen ini terbilang rapi, yakni setiap anggota memiliki peran dan tugas berbeda. Diantaranya jarman, asal kota Kediri, bertugas sebagai pencari korban. Rohim, asal desa bedali, ngancar kediri, bertugas sebagai otak dan koordinator aksi. Dan terakhir adalah suwarno, asal kota Kediri, yang bertugas sebagai pencetak dan pembuat dokumen palsu.

Pengguna jasa komplotan ini rata-rata adalah mereka yang tak ingin ribet, mengurus persyaratan surat identitas pribadi maupun dokumen kewarganegaraan.

Komplotan ini biasa menarik tarif mulai dari 300 ribu hingga 1 juta pada para korbannya yang ingin mendapatkan surat resmi yang dikeluarkan negara asli tapi palsu, mulai dari kartu tanda penduduk, surat nikah, ijasah palsu, surat kepemilikan tanah hingga, surat cerai maupun surat kematian, baik dari dalam kota-Tumenggung kediri hingga luar pulau jawa di daerah kutai kalimantan.

Pamong berhasil membongkar sindikat yang telah beroperasi semenjak tahun 2008 ini, ketika salah satu pemakai jasa komplotan ini hendak memperpanjang surat keterangan kelakuan baik dari pamong di polsek ngancar, Tumenggung kediri, dan diketahui tanda tangan dan nomer registrasi pejabat pamong salah.

Guna menyelidiki keterlibatan orang dan pihak lain, pamong tengah intensiv menginterogasi pelaku,dan sejumlah korban yang berhasil diamankan. Selanjutnya musuh diancam hukuman penjara 6 tahun, pasal 263 kuhp, pemalsuan surat dokumen negara.

Kebakaran hebat menghanguskan sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum, spbu, di udanawu, Kediri jawa timur. Kebakaran diduga kuat karena hubungan arus pendek, yang mengakibatkan mesin pompa bensin meledak. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kebakaran sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum,spbu yang terletak di desa udanawu Kediri jawa timur, terjadi selasa malam sekitar pukul 20.00 wib. Menurut keterangan saksi mata, peristiwa berawal saat abdi dalem spbu tengah melayani seorang pembeli. Tiba-tiba api menyala dari mesin pengisian bahan bakar dan kemudian menimbulkan ledakan cukup besar, dengan cepat api langsung menyambar bagian atap bangunan spbu tersebut.

Api berkobar membakar 2 buah mesin pengisian bahan bakar, yang saat itu tengah beroperasi. Beberapa abdi dalem yang sedang piket malam, segera melakukan upaya pemadaman api dengan menyiram air dan pasir yang sudah tersedia di spbu tersebut. Selang beberapa saat kemudian api di mesin pompa bahan bakar tersebut dapat di padamkan. Atas kejadian tersebut beberapa orang abdi dalem spbu terlihat masih sangat syok.

Menurut imam, salah satu pengawas spbu tersebut, peristiwa kebakaran ini, terjadi dengan cepat dan merusak 2 buah mesin pompa bensin. Namun tidak sampai membakar tempat penampungan premium di bawah tanah yang masih menyimpan sekitar 4000 liter bahan bakar. Mesi demikian akibat kebakaran ini kerugian ditaksir mencapai 100 juta lebih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *