Pelajari Penggunaan Majas Secara Mudah dan Benar

Untuk mendapatkan suasana atau efek imajinatif di tengah pembicaraan, sebagian menggunakan gaya bahasa tertentu yang disebut dengan majas. Majas adalah salah satu gaya bahasa yang ternyata lebih banyak ditemui dalam karya sastra terutama jika kita belajar Bahasa Indonesia. Agar bisa menghasilkan makna yang tepat, kita harus ketahui bagaimana cara yang benar untuk menggunakannya. Dalam pembagiannya, ada beberapa jenis gaya bahasa yang bisa kita pelajari. Ada yang disebut majas perbandingan, majas penegasan, majas sindiran dan juga pertentangan. Mari kita bahas secara umum mengenai tiap jenis gaya bahasa tersebut.

Untuk jenis perbandingan, ialah gaya bahasa yang digunakan untuk membandingkan sesuatu yang biasanya menggunakan kata kias. Sebagai contoh, jika gaya bahasa asosiasi atau perumpaan, kita bisa menggunakan istilah seperti berikut; pipinya merah bak bunga mawar karena malu. Contoh tersebut merupakan contoh perbandingan dari gaya bahasa asosiasi yang termasuk dalam perbandingan. Sedangkan jika kita membahas gaya bahasa penegasan, tujuannya adalah untuk meningkatkan kesan dari pesan yang disampaikan. Sebagai contoh repetisi yang biasa digunakan untuk hal penegasan sebagai berikut; beliau adalah pahlawanku, beliau panutanku, beliau adalah ibuku. Contoh ini biasa digunakan dalam puisi demi menghasilkan makna tersendiri dalam hal penegasan dari pesan yang disampaikan.

Untuk gaya bahasa sindiran, bisa diketahui contohnya adalah ironi. Ironi ini digunakan untuk menyatakan sindiran namun dengan kata yang bertentangan. Misalnya bisa kita ambil contoh sebagai berikut; rajin sekali anak gadis ini sehingga dia baru saja bangun jam 9 pagi. Makna dari contoh tersebut jelas sekali sindiran sehingga ditunjukkan dengan gaya bahasa ironi dengan kata yang bertentangan. Sedangkan untuk gaya bahasa pertentangan bisa digunakan untuk tunjukkan maksud yang bertentangan namun dengan kiasan untuk menambah kesan terhadap pendengar. Sebagai contoh; mampirlah ke rumahku yang seperti gubuk ini, semoga kamu nyaman untuk tinggal disini dengan fasilitas seadanya. Contoh ini adalah gaya bahasa pertentangan yang biasa disebut dengan Majas litotes. Gaya bahasa ini bertujuan untuk merendahkan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *