Keinginan pada Masjid di Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan

Keinginan pada Masjid di Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan

Keinginan pada Masjid di Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan

Senja disore itu mengantar kepergian seorang kasih yang tak akan bisa tersampaikan kepada siapa nantinya dia harus berharap. Itu adalah ungkapan dari muli Rosyid ketika menirukan sebuah lagu yang ada didalam kepalanya, dia sedang mengalami kegalauan tingkat tinggi karena ucapan cintanya kepada wanita idaman hatinya ditolak. Dia merasa sedang hancur hatinya melihat kenyataan yang seharusnya tidak bisa dia terima itu. mungkin inilah yang harus aku hadapi batinya Rosyid mengingat dia sedang sangat malu ketika nantinya bisa bertemu dengan dia lagi tapi dia memang harus tegar apalagi sore itu dia ada jadwal untuk pergi ke Masjid dekat rumahnya. Yang memang hari itu adalah jadwalnya untuk membersihkan Masjid karena ini adalah hal yang bisa dia lakukan sambil menghibur dirinya agar tidak terlanjur galau menghadapi kehidupan ini.

Ketika semuanya sudah berlalu Rosyid sadar bahwa semuanya tidak bisa disesali begitu saja, karena dia adalah seorang laki laki maka dia harus tegar menghadapinya. Cinta di tolak adalah hal biasa, dan dia akan berupaya untuk melupakan wanita itu sebaik mungkin dari dalam hatinya dan menerima wanita itu sebagai temannya saja. Sama seperti yang dia ucapkan tadi, ketika menolak cinta Rosyid yang mengatakan masih ingin focus belajar dan menjadikan sebagai teman saja. Sambil membersihkan Masjid rosyid tampak berbicara sendiri tanpa hentinya dia mengatakan dia harus tegar dia harus tegar, begitu katanya. Untuk menghilangkan kegalauannya itu, Rosyid menghibur diri dengan ikut bermain sepakbola di belakang pelataran Masjid sama anak anak kecil yang sudah selesai ikut mengaji,. Rosyid ingin segera melupakan gadis itu dari ingatannya, karena itulah dia akan bermain sepakbola yang sebenarnya bukanlah hobinya. Dia sama sekali tidak senang bermain bola, setiap kali bermain pun mungkin hanya untuk menghilangkan waktu kosong saja daripada menganggur di rumah biasanya dia ikut bermain dengan teman-temannya di kampung halaman berasam dengan teman temanya.

Ketegarannya menghadapi ujian ini adalah sebuah hal yang mungkin akan dilakukannya setiap kali dia merasakan kegalauan sangat sekali. Makanya dia hanya akan pergi kerumah ketika petang menjelang. Dia habiskan hari itu di Masjid bersama kawan kawannya dia tidak ingin melakukan apapun di dalam rumah dia tahu dia hanya akan sendiri dan akan semakin teringat lagi wajah wanita itu keluar dari pikirannya. Dia harus capek untuk bisa tidur nyenyak nantinya agar tidak teringat lagi nantinya kepada wanita yang sudah menolaknya tadi siang. Ini adalah sebuah kekecewaan yang terbesar baginya untuk segera melupakan. Karena sudah larut malam sangat dia putuskan untuk pulang dan langsung tertidur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *